“Oh, mungkin dia sibuk” gumamku jika dia
tak memberi kabar seharipun.
Dingin, ya sedingin kota dimana aku
menetap saat ini. Aku lelah menantinya yang tak kunjung datang. Pagi siang sore
dan malam menjadi saksi atas kegalauanku. Kicauan-kicauanku menandakan betapa
risaunya aku. Bahkan aku di cap sebagai orang tergalau oleh teman-teman baruku
disini. Mungkin aku tertular virus galau yang menjadi tren di tahun 2012 itu.
Keadaan ini berlangsung begitu lama, tak
pernah ada kabar darinya yang ditujukan untukku. Setiap harinya aku ber-kepo ria untuk melihat aktivitasnya
melalui beberapa media sosial yang dipunyainya. Sindiran kepadanya tercurah
pada kicauan-kicauanku. Apa dia peka dengan itu? Kurasa tidak.
moco iki aku kudu sedih opo ngakak yo, bingung.. hahahahha
BalasHapussembarang ape lapo ae. sing penting ojo melu galau :p
BalasHapus