Sabtu, 24 Agustus 2013

gagal 'pindah'

Apa usahaku untuk ‘berpindah’? Sedikit untuk tidak tahu tentangnya dan apa yang dia lakukan akan membuatku cepat untuk ‘berpindah’. Memang, tidak setulusnya aku amnesia tentangnya. Dia terlanjur melekat direlung hati dan bermuara didalam fikiranku. Meski bibir berucap bahwa aku telah ‘berpindah’, tapi sejujurnya aku masih saja teringat setiap detail bersamanya.

Entah bagaimana aku mengartikan perasaan yang ada saat ini. Mungkin hanya jarak yang mampu melunturkan rasa yang mengendap sejak lama. Ketika dia ada, rasa ini kembali muncul seperti beberapa tahun lalu. Ya, masih berdebar. Suatu ketika itu aku bersua dengannya, berusaha menyembunyikan kegugupanku dihadapnya. Tak kuasa mengucap sepatah katapun padanya.

tunggu !

Satu tahun sudah tiada bincang-bincang akrab antara aku dan dia. Dia telah terbiasa tanpa aku, begitupun denganku. Tanpa lelucon yang biasa kami buat bersama, setahun lalu. Aku tak tahu, apa yang salah diantara kami. Sampai pada akhirnya, aku merasakan perlahan lunturnya perasaanku padanya. Perlahan aku telah bisa ‘berpindah’ darinya.

Aku berusaha membuka sedikit celah dihatiku agar ada beberapa sinar baru yang masuk dan menghangatkan hari-hariku yang terlanjur dingin akannya. Beberapa telah merasuk dan berusaha mencairkan bekunya hati ini. Tapi bagaimana jika ternyata sampai saat ini belum ada yang sehangat dia? Dan dia selalu datang menjelma dalam fikiranku, senyum tersungging menerkam lamunanku, seakan menahanku untuk bersama yang lain. Apa ini yang dinamakan gagal ‘berpindah’?