Hari itu, aku dan dia berada disuatu ‘kampung’ yang
sama. Aku takkan menyia-nyiakan, ini kesempatan dimana aku bisa bersamanya
setiap hari. Aku tahu, dia akan segera menghilang dari kehidupanku, dia akan
jauh dari sisiku. Tapi aku hanya berharap hatiku dan hatinya tidak akan pernah
jauh.
Sore
itu, ku ayunkan sepeda, melewati senja bersamanya, dan beberapa lainnya. Aku
curi-curi pandang akannya. Apa yang dia rasakan sama sepertiku? Sampai saat aku
menulis tulisan ini, aku tak tahu apa dan siapa yang ada dalam hatinya. Senyum
yang tergores dari wajahnya membuatku merasa nyaman. Gurauan yang terlontar
dari bibirnya membuat aku mati kata.
Tak bisa aku menjawab semua leluconnya,
karena yang kurasakan hanyalah singkatnya waktu. Aku tak kuasa menahan
kesedihan akan kepergiannya yang dapat kuhitung dengan jemariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar