Minggu, 02 Juni 2013

jauh

Kini aku dan dia terpisah ratusan kilometer. Rasa rindu mulai menguasai hatiku, menjajah dan mulai mengendap. Seperti biasa, aku hanya bisa menyimpannya. Lalu kuambil beberapa carik kertas dan mulai menulis tentangnya. Tentang rindu yang tak terungkap. Aku tuangkan semua kerinduanku pada lembaran-lembaran yang seakan mendukungku untuk terus merindukannya.

Aku mengingat setiap detail bersamanya. Ejekan dan gombalannya, yang biasa kami lontarkan secara bersautan, aku ingat. Bahkan aku masih bisa merasakan rasa sakitnya sebuah rasa yang terpendam. Saat itu dia memetikkan senar pada gitar ditangannya, entah mengapa aku merasa perasaan ini semakin mengguncang, dan tiba-tiba air mata mengalir membasahi rok ku saat itu, dan aku juga ingat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar