Perpisahan yang telah terjadwalkan tiba,
dia akan pergi jauh meninggalkan sebuah cerita yang dilukiskannya padaku. Kota
nan jauh disana telah memanggilnya. Entah berapa lama lagi aku bisa menatap
raut wajahnya. Ya, kereta senja membawanya pergi. Apa yang aku lakukan? Aku hanya
bisa menemaninya dengan beberapa pesan singkat. Pesan singkat seperti ritual
yang harus kami jalankan setiap harinya.
Beberapa tahun ini hanya aku dan Tuhan
yang paham bagaimana caraku menjaganya. Ku tadahkan tanganku, aku memohon agar
Tuhan melindunginya selama ia di kota orang. Ini akan menjadi sebuah rahasia,
pikirku. Aku pandai menyimpan semua ini dari kawan-kawanku. Bahkan dia pun juga
tak mengetahuinya. Mungkin J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar