Tahun ajaran kali ini berbeda, hiruk
pikuk siswa-siswi terasa menggema. Ada tangis pilu karena kelas baru tak sesuai
harapan, ada pula kebahagiaan di kala bertemu teman lama. Di kelas ini,
berbagai perasaan bercampur aduk menjadi satu. Mereka berbondong-bondong untuk
menempati bangku yang kosong.
Ditengah keramaian para jiwa ababil, aku
menemukan sosok yang begitu berkharisma. Sepertinya aku telah jatuh cinta saat
pertama kali dia berbincang dengan salah satu temanku. Meskipun dia tak
melontarkan sebuah kata kepadaku, tapi aku merasakan getaran tersendiri ketika
dia berucap. Dia bukanlah salah satu dari sekian banyak cowok keren yang ada di
sekolah ini. Aku hanya bisa menggambarkan dirinya, bukan berarti aku bisa
menggambarkan perasaanku padanya. Tipe orang pemendam, gengsi tingkat tinggi,
ya seperti itulah yang ada padaku.
Sesekali aku merasakan guncangan dalam
jiwaku, rasanya ingin berteriak dan menginginkan dia tahu apa yang telah
kurasakan. Tapi apalah dayaku, aku hanyalah salah satu dari sekian banyak
wanita yang menginginkannya. Aku hanya tak ingin dia tahu jika akhirnya dia
akan menghindar. Aku hanya akan memendam ini sampai pada akhirnya dia akan tahu
dengan sendirinya. Dan ketika dia tahu, aku ingin dia juga memiliki perasaan
yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar